Wednesday, November 28, 2012

Be The Light!


Yandi Tanaga
@Bandung, 28 November 2012

Matius 5:14, 
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” 

Pada hari Senin - Selasa (19-20 November 2012) yang lalu, saya mengikuti pelajaran Alkitab di GKPB Fajar Pengharapan Bandung. Tepatnya pada hari Selasa, ketika saya hendak menginjakkan kaki keluar gedung gereja, ada seorang bapak yang kebenaran keluar bersamaan dengan saya. Bapak ini memandangi saya dan saya juga memandangi dia. Dalam jarak dekat, kami saling bertatapan, mata dengan mata selama beberapa waktu. Kemudian dia memalingkan matanya ke atas dan berkata, “Waw, rambutnya bagus ya. Tinggi sekali..” Saya tersenyum dan kemudian beliau menambahkan, “Seperti burung perkutut.” Kebenaran pada saat itu, rambut saya sedang di style Mohawk dengan sedikit bleaching kuning. Saya responi dengan tertawa dan saya berkata, “Iya om, sengaja saya buat tinggi biar sinyal hati kepada Tuhannya kuat.” Bapak ini pun ikut tertawa dan berkata, “Ooo begitu toh.” Dan kemudian kami berpisah satu dengan yang lain.
Banyak sekali pengalaman-pengalaman yang kita alami dan rasakan. Kadangkala pengalaman itu pahit bagi kita, tidak mengenakkan hati kita, tetapi semua itu bisa menjadi baik atau menjadi semakin buruk tergantung dari respon kita terhadap segala situasi yang kita alami. Respon ini ditentukan oleh hak kebebasan yang kita miliki. Dan semua respon yang kita pilih, semuanya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dalam penghakiman yang akan dinikmati oleh seluruh manusia, ketika meninggal nanti.
  • Dikatakan dalam Wahyu 20:12, “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu”.
Semua pengalaman, entah itu yang baik maupun yang terlihat buruk di mata manusia kita, diizinkan Tuhan terjadi agar kita dididik untuk menjadi pribadi percaya penuh pada-Nya dan juga untuk menjadi pribadi yang dewasa secara rohani. Pribadi yang dewasa secara rohani tidak ditentukan oleh umur seseorang, tidak juga ditentukan oleh lama tidaknya berjemaat di sebuah gereja, berapa lama dia mengikut Kristus, jabatan di dalam gereja, dst. Salah satu alat ukur kedewasaan rohani seseorang adalah dari buah-buah Roh yang dimiliki dan dihidupi sehari-hari dalam kehidupan orang tersebut.
  • Di dalam Galatia 5:22-23 dikatakan, “Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Orang yang dewasa secara rohani memiliki buah-buah Roh seperti yang telah disebutkan di atas. Orang yang dewasa rohani, ketika dia dicaci, dihina, diejek, dijelek-jelekan, difitnah, dsb, dia akan tetap memiliki rasa damai sejahtera di hatinya, ada kesabaran, ada penguasaan diri atas emosinya, hatinya penuh kasih untuk mengampuni orang yang menganiaya dia. Sampai saat ini, belum ada seorang pun di bumi ini yang bisa mempertahankan dan menunjukkan kematangan pada keseluruhan buah-buah Roh tersebut, kecuali Tuhan Yesus Kristus sendiri.
Dari Alkitab kita dapat belajar banyak tentang buah-buah Roh yang ditunjukkan oleh Yesus. Misalnya: diam ketika dianiaya, menerima orang yang berdosa, berkorban nyawa demi mempersiapkan jalan keselamatan bagi seluruh manusia yang mau percaya kepada Dia, walau telah dianiaya begitu rupa tetap mengampuni sampai akhir, tidak menyalahgunakan otoritas atau kuasa yang dimiliki, menyelesaikan tugas dan setia sampai akhir, dst.
Untuk menjadi sempurna seperti Yesus itu mustahil apabila tanpa campur tangan secara langsung dari Tuhan sendiri, karena kita masih memiliki daging yang memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita adalah manusia terbatas. Namun di tengah keterbatasan kita, kita patut merasa bangga karena kita memiliki Tuhan yang tidak terbatas yang mau hidup dan tinggal di dalam diri kita. 
Kita masih harus terus belajar hari demi hari, dari pengalaman demi pengalaman bersama dengan Dia.  Kita akan dididik Tuhan dari satu level ke level yang lebih tinggi, dari kasih yang satu kepada level kasih yang lebih tinggi, dst. Dan satu hal yang perlu ditekankan, bahwa perubahan seseorang yang menyangkut watak, tidak ada yang instant, karena semuanya sudah dipupuk semenjak dia masih kecil. Oleh karena itu, kita masih harus terus disempurnakan dan dikuduskan setiap hari untuk menyambut kedatangan-Nya kelak.

Kembali kepada cerita awal, apabila saudara berada di posisi saya, keputusan apa yang akan saudara ambil?
  • Marah? “Bapak menghina rambut saya? Berani ya? Emang rambut bapak lebih bagus dari saya?”
  • Sakit hati? “Kok orang gereja model gini sih? Tidak ada kasih. Bukannya katanya tidak boleh ngomongin dan ngejek orang?”
  • Kecewa dan menggerutu? “Di gereja tidak ada yang benar orangnya, daripada aku lebih dikecewakan lagi, lebih baik diam di rumah atau cari gereja lain lagi.” Atau “Tidak ada gereja-gerejaan lagi mulai sekarang!”
  • Ingin balas dendam? “Awas ya Pak, nanti saya balas. Bapaknya tidak bisa menerima balasan tidak menjadi masalah, akan saya incar anaknya. Biar dia merasakan sakit yang sama seperti yang ada di hati ini.”
  • Bergosip? “Jangan ke gereja itu, tidak benar ajarannya, tuh bapak itu ngomongnya menyakitkan hati.”
  • Menyalah gunakan kekuasaan? “Saya ini penatua di gereja ini, saya ini orang yang berpengaruh di sini, saya ini donatur gereja ini, saya ini gembala gereja ini, atau saya ini pemilik gereja ini. Kalau bapak tidak minta maaf, saya blacklist dari jemaat.”

Saya berdoa supaya saudara tidak memilih salah satu atau beberapa pilihan di atas.
Puji Tuhan saudara, saat itu saya memilih untuk tersenyum. Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena masih ada orang yang mengkritik saya. Itu tandanya Tuhan masih care dan memperhatikan saya. Pada saat itu, di dalam hati saya percaya, Tuhan pasti sedang merencanakan sesuatu yang indah dari pengalaman ini. Saya kembali ke rumah dan tidak bercerita apapun kepada keluarga saya tentang hal ini.
Keesokan harinya, ketika kami bekerja, adik saya mendapat teguran dari papa kami. Mukanya muram dan hatinya panas. Saya berpikir, pastilah masalah ini bakal berkepanjangan hingga berhari-hari.

Di saat-saat seperti itu, Roh Kudus berkata, “Ceritakan pengalaman yang kamu alami kemaren.”
Saya bertanya, “Roh Kudus, pengalaman yang mana?”
Roh Kudus berkata, “Burung perkutut.”

Saya teringat akan pengalaman ini dan saya mulai bercerita. Saudara tahu hasilnya? Di tengah kemarahan dan panas hati yang dialami adik saya, sebuah senyum mulai terpancar dari wajahnya. Tidak lama kemudian, mama saya yang ikut mendengar cerita ini bersama dengan adik saya tertawa terbahak-bahak. Kemarahan dan panas hati yang dialami adik saya selesai dalam sekejab karena cerita ini. Rencana si iblis yang ingin merusak hubungan antara ayah dan anak selama berhari-hari, digagalkan Tuhan dalam sekejab. Tuhan membutuhkan anak-anak-Nya yang mau "menurut" akan apa yang Dia kehendaki, bukan yang "berpikir" maunya sendiri tentang bagaimana menyenangkan hati Tuhan.

Dari sepenggal cerita ini, kita dapat mempelajari banyak hal, diantaranya sebagai berikut:
  • Tuhan bisa mengubah sesuatu yang kita anggap buruk menjadi sebuah berkat bagi orang lain, apabila kita "menurut" akan apa yang Dia kehendaki, menjaga hati, dan memilih respon yang benar di hadapan Tuhan.
  • Kita harus menjaga hati kita, karena dari hati terpancar kehidupan. Respon yang kita ambil, apapun itu, menunjukkan suasana hati kita. Kalau hati kita marah dan geram, maka responnya pun marah dan geram. Kalau hati kita penuh sukacita, respon kita pun pasti penuh sukacita.
  • Kedewasaan rohani seseorang tidak dapat ditentukan dari umur, jabatan, kekuasaan, seberapa lama dia berjemaat dan mengikut Kristus. Tetapi kedewasaan rohani dapat diukur salah satunya dengan buah-buah Roh yang ada dalam hidupnya.
  • Jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain, bawa mereka untuk mengenal Kristus lebih dalam. Biarlah  mereka melihat ada sesuatu yang berbeda di dalam hidup kita. Sebuah kualitas kehidupan yang tidak dimiliki oleh orang-orang pada umumnya.
  • Kita harus banyak berterima kasih kepada orang yang mengkritik kita. Dengan respon yang tepat, hidup kita akan dibawa Tuhan semakin naik dan bukan menjadi turun. Memang pada awalnya mungkin kita akan banyak ditertawai orang, namun kita akan melihat, “Siapa yang akan tertawa pada akhirnya.”
    • Amsal 12:1, “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
Segala pujian, hormat, syukur, kemuliaan, dan kuasa hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Saturday, November 3, 2012

SPECIAL EVENTS: From Glory to Glory

Acara Bahtera "From Glory to Glory"

Tempat: Holy Stadium, JKI Injil Kerajaan, Semarang.
Jl. Arteri Utara - Kompleks Grand Marina Semarang, Jawa Tengah - 50144, Indonesia

Pembicara: Ev. Yusak Tjipto, Ev. Nany Susanti, Ev. Iin Tjipto, Ev. Daniel Tjipto, Pdt. Pterus Agung, Pdt. Petrus Hadi

Status: FREE

Waktu:
Kamis, 27 Desember 2012
Session Pagi = pukul 06.00-12.00
Session Malam = pukul 18.00-24.00

Jumat, 28 Desember 2012
Session Pagi = pukul 06.00-12.00
Session Malam = pukul 18.00-24.00

Sumber: http://www.jkiinjilkerajaan.org/events/special-events.html

Never Let You Go



Never Let You Go
City Harvest Church & Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo

Lord, You’re more than anything
You’re more than gold
More than anything
Lord, You’re more than anything
I will never let You go
Never ever let You go

Chorus:
Your love is higher, higher than the heaven
Your mercy’s deeper, deeper than the earth
Your grace is wider, wider than the ocean
I will never let You go
Never ever let You go

Out of My Hands


Out of My Hands
City Harvest Church

Out of Your hands
Into my heart
You gave it all for me

A love that is real
My emptiness filled
That's when I first believed 

Out of Your hands
Into my heart
You put Your songs in me

Rivers will flow
Healing me whole
That's when my soul will sing

Chorus:
My heart can never comprehend
Love crucified the Man
Whose open hands were nailed for me
And now I live each moment
Serving only You
Jesus my Lord

Out of my hands
Back to Your heart
I give my all to Thee

Words aren't enough
For me to start
To say what You mean to me

Bridge:
I surrender to Your love
I surrender to Your love
I surrender to Your love
I surrender to Your love
I surrender to Your love
I surrender to Your love
I surrender to Your love
I surrender to Your love

Nothing Is Impossible


Nothing Is Impossible
Planetshakers

I’m not gonna live by what I see,
I’m not gonna live by what I feel

Pre-chorus:
Deep down I,
Know that You’re here with me
I know that, You can do anything

Chorus:
Through You,
I can do anything,
I can do all things,
For it’s You who give me strength,
Nothing is impossible

Through You,
Blind eyes are opened,
Strongholds are broken,
I am living by faith,
Nothing is impossible!

Bridge:
I believe, I believe,
I believe, I believe in You

Tuesday, October 30, 2012

Tuhan Tak Pernah Gagal (上帝永不會失敗)


Tuhan Tak Pernah Gagal Lyrics
Edward Chen

Engkau yang lebih tahu
Cara untuk membuka jalanku
Engkau yang lebih mengerti
Cara untuk menolong hidupku

Reff:
Kupercaya Kau Tuhan yang tak pernah gagal
Menjadikanku lebih dari pemenang
Kupercaya Kau Tuhan yang tak pernah lalai
Menepati janji-janji-Mu

Bridge:
Kau membawaku terus naik
Tak akan pernah turun
Tak pernah turun

Monday, October 29, 2012

Secret Place (City Harvest Church)



Secret Place Lyrics

Lord of my life, I love You
Lord of my days, I trust in you
Living beneath the shelter of Your wings
My heart's save

When I am lost, You find me
When I'm in need, You shelter me
Lord of my life, You are my secret place

Reff:
Clothe me in Your presence Lord
Draw me near to You
All my heart I long to give to You

Living to be near You Lord
I long to see Your face
Lord forever Your my secret place

Bridge:
You're my peace..
You're my rest..
You're my secret place..

Friday, October 26, 2012

Ishak – Pahad Yitzak

Pdt. Petrus Agung
7 Oktober 2012
@ JKI Injil Kerajaan, Holy Stadium, Semarang

Introduction
Dari kejauhan, di tempat saudara berdiri, apabila saudara melihat ke mimbar, saudara akan melihat kita semua yang ada di mimbar seperti menempel dengan gambar salib yang ada di monitor di belakang kami. Sebenarnya ada jarak antara monitor bergambar salib dengan para penyanyi. Kita kadang kala melihat segala sesuatu secara 2 dimensi.
Pada suatu ketika, Ishak berkata pada Esau, “Aku harus memberikan hak kesulungan padamu”. Gambarannya seperti ini, Esau disuruh untuk berburu, kemudian Ishak akan memakan hasil buruan Esau, dan kemudian Ishak akan memberkati Esau dengan hak kesulungan. Nah pertanyaannya, apa yang membuat Ishak berkata bahwa dia sebentar lagi akan mati? Pertanyaan berlanjut, sebentar lagi itu kapan? Ada hamba Tuhan yang menghitung akan hal ini. Yakub bekerja pada Laban setelah mencuri kesulungan kakaknya, kurang lebih 130 tahun lamanya. Kemudian dia kembali pada bapanya, dengan 12 anak laki-lakinya, nyatanya pada saat itupun, Ishak masih hidup. Apakah 130 tahun itu sebentar?
Kemampuan cara melihat 2 dimensi itu pun diubah Tuhan. Manusia berkata, “Ishak kamu salah memilih orang”, tetapi Tuhan berkata, “Tidak”. Ada banyak dari kita melihat janji-janji Tuhan dan mendengar Tuhan berkata-kata. Semua orang pasti mengalami kesalahan, karena kita adalah manusia. Saya berdoa supaya Anda dapat melihat secara 3 dimensi, dengan demikian Anda akan dapat mengukur segala sesuatu yang ada di dalam roh kita, sehingga kita menerima ketajaman yang luar biasa.

Kejadian 26:1-14, “Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Jadi tinggallah Ishak di Gerar. Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: "Dia saudaraku," sebab ia takut mengatakan: "Ia isteriku," karena pikirnya: "Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya." Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya. Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: "Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?" Jawab Ishak kepadanya: "Karena pikirku: Jangan-jangan aku mati karena dia." Tetapi Abimelekh berkata: "Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami." Lalu Abimelekh memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: "Siapa yang mengganggu orang ini atau isterinya, pastilah ia akan dihukum mati." Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya.

Perhatikan dari Nama
Nama Ishak memiliki arti “tertawa”. Suatu hari ketika Tuhan berkata kepada Abraham dan Sara bahwa tahun depan mereka akan mempunyai anak, maka kemudian mereka berdua tertawa. Tuhan kemudian menegur Sara, “Kenapa kamu tertawa?” dan kemudian Sara membantah bahwa dia tidak tertawa, kemudian Sara diam. Ketika Tuhan berbicara, Abraham yang merupakan orang yang paling beriman pun, menertawakan perkataan Tuhan. Hingga ketika akhirnya mereka mendapatkan anak, maka Abraham berkata, “Kita tertawa mendengar perkataan Tuhan, lihat kenyataannya sekarang, anak kita lahir, oleh karena itu kita beri dia nama tertawa”. Alasannya:
  • Kalau Tuhan berjanji, sekalipun sukar percaya dan kita cenderung menertawai Tuhan, Dia akan tetap memberikan sesuai dengan janji-Nya, pada waktu-Nya. Walau Tuhan ditertawai oleh kita atau bahkan orang banyak, janji-Nya pasti tetap terjadi. Dalam hal ini, Tuhan mau berbicara, “Sekalipun ditertawakan akan tetap jadi, karena Firman-Ku adalah ya dan amin”.
  • Kita sering mendapatkan janji-janji Tuhan. Dan pasti respon kita adalah amin. Namun pada kenyataannya, orang-orang banyak yang menertawakan kita. Perlu diingat saudara, kalau Tuhan sudah berjanji, janji-Nya adalah ya dan amin dan pasti terjadi. Pertanyaannya, apakah kita bisa bertahan dan berkata, “Lihat ya nanti, siapa yang terakhir akan tertawa”. Kita harus melatih hidup kita supaya kita tidak mudah hancur.
  • Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 2.000 kali. Suatu kali dia bertemu dengan orang sinis, yang sangat pintar mencemooh dan melontarkan kata-kata yang sangat menyakitkan hati. Sebenarnya, kita harus berterima kasih kepada mereka, karena orang-orang yang seperti ini justru memicu kita agar kita lebih maju. Suatu kali orang sinis ini berkata, “Oo, kamu toh orang yang 2.000 kali gagal?” Pada saat itu, si orang sinis belum tahu bahwa Thomas Alfa Edison sudah berhasil. Orang yang sinis selalu melihat sisi  negatif seseorang. Thomas kemudian berkata, “Tidak, aku tidak gagal 2.000 kali”. Orang sinis itu kembali berkata, “Kamu jangan menutupi fakta deh, semua orang sudah tahu tuh”. Thomas menjawab, “Kamu salah menilai seseorang, aku tidak gagal 2.000 kali, tetapi aku menemukan 2.000 cara yang tidak kamu lakukan untuk menemukan sebuah bohlam”.
  • Ketika Tuhan berkata-kata dan orang menertawakan Dia, itu sudah sangat sering terjadi. Sejak Nuh disuruh Tuhan untuk membangun bahtera di atas gunung, orang-orang menertawakan dia. Masa air tingginya sampai ke gunung? Namun kita lihat peristiwa ini, “Siapa yang pada akhirnya tertawa?” Tuhan lah yang akan tertawa pada akhirnya. Ikuti kehendak-Nya, maka kita akan dibuat tertawa juga oleh Tuhan. Orang-orang silakan berlomba mengejek kita, tetapi nyatakan bahwa Ishak-Ishak sedang datang ke dalam hidup kita. Kalau kita tidak ditertawakan orang, saya prihatin kalau-kalau impianmu terlalu kecil. Pertanyaannya, “Siapkah Anda ditertawakan orang?”
Abraham tahu diri. Dia menggunakan nama ini untuk mengingatkan diri mereka, bahwa bukan karena iman, bukan karena kemampuan kita, tetapi semua karena anug’rah-Nya dan Abraham dan Sara tidak pernah percaya sebenarnya. Abraham dan Sara sedang menertawakan diri mereka sendiri. Pada masa-masa ini, jarang loh ada orang yang bisa menertawakan dirinya sendiri. Banyak orang yang terus mempertahankan diri, memuliakan diri, menjaga, dan mengkeramatkan dirinya. Jarang yang dengan sadar tertawa dan mengakui bahwa sebenarnya kita ini tidak mampu dan semua boleh terjadi karena anug’rah-Nya. Orang yang tidak bisa menertawakan dirinya, itu artinya orang itu tidak pernah sadar diri, orang itu punya standard kebenarannya sendiri, maka orang itu akan selalu benar dan memandang orang lain selalu salah. Kalau orang ini pintar berdebat, dia akan menjadi orang yang paling benar dan orang lain paling salah.
Beberapa hari yang lalu ketika saya berada dalam perjalanan pulang ke rumah, saya lewat sebuah perempatan. Tempat itu kadang penuh dan kadang tidak. Di sana saya perhatikan ada seorang Polantas (Polisi Lalu Lintas) yang menerima uang. Orang ini rambutnya panjang, memakai celana pendek, dan dia menggunakan bendera merah untuk mengatur lalu lintas. Pada saat itu, jalanan sedang sepi. Di sebelah dia ada motor dan di belakang dia pun ada ibu-ibu yang  naik motor juga. Orang ini kemudian menggerak-gerakan tangannya untuk mengatur lalu lintas. Permasalahannya, dia tidak belajar caranya dan orang ini benar-benar mengerikan. Logikanya, tidak mungkin terjadi kecelakaan, toh jalanan sedang sepi. Kita akan belajar dari hal ini bahwa kalau kita tidak kompeten mengatur, maka akan timbul masalah. Pada saat itu, motor dengan motor, tabrakan satu sama lain di depan dia. Kedua motor jatuh, bahkan sampai penumpangnya susah bangun. Setelah jatuh, orang ini malah memarahi korban perbuatannya sendiri dan berkata, “Kamu ora nurut aku, aku suruh berhenti kamu maju, dsb”. Ibu-ibu sudah jatuh, lecet, kesusahan bangun, plus dimarahi lagi. Pada hari itu, saya melihat pemandangan lucu dari orang yang tidak tahu diri. Tangan kiri orang ini memegang bendera, sambil prat-prit peluit, tangan kanan dan tangan kirinya bergerak bersamaan, ya otomatis tabrakan. Sudah kejadian akibat ulahnya, dia malah tidak merasa bersalah, tetap merasa benar, dan bahkan terus menyalahkan orang lain.
Dari semua cara orang hidup dalam berkat, ujungnya mengacu kepada sikap hati dan kerendahan hati kita. Itulah dasarnya. Sadari dan tahu diri siapa kita. Semua yang ada pada kita semata-mata karena anug’rah.

Ishak Menabur
Orang mengetahui cara bercocok tanam sejak zaman Kain. Pada zaman Nuh, Nuh menanam anggur. Ketika zaman Abraham, tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang mengindikasikan bahwa Abraham pernah bercocok tanam. Abraham bersifat nomaden (tempat tinggalnya berpindah-pindah), oleh karena itu dia banyak menggali sumur. Ishak lahir di lingkungan yang tidak pernah belajar tentang agro. Sehingga tidak ada yang mengajarkan cara menabur dan memelihara tanaman. Pertanyaannya, apa yang membuat Ishak menabur?
  • Mental yang berubah dari pengungsi jadi penghuni. Sejak Abimelekh berkata, “Barang siapa yang mengganggu Ishak akan dihukum”, maka Ishak mendapatkan rasa aman di negeri orang Filistin. Demikian juga dengan kita, ada banyak orang yang kurang diberkati karena secara mental tinggal di Indonesia sebagai pengungsi bukan penghuni. Teman-teman Tionghoa, dengar, Anda bukan pengungsi tapi Anda adalah penghuni Indonesia juga. Jangan hiraukan orang-orang yang mencina-cinakan Anda. Apabila Anda mengirim anak Anda ke luar negeri, berarti Anda mengirim anakmu menjadi pengungsi lagi itu namanya. Nikmatilah jatah Tuhan yang ada di dalam hidupmu.
  • Ishak mendengar Tuhan mengulangi janji-Nya kepada Abraham. Tuhan akan membuat benih Abraham dan Ishak berlipat kali ganda seperti bintang-bintang di langit. Di dalam benih, semua kaum di muka bumi akan diberkati. Ishak mendengar perkataan Tuhan, “Thy seed, thy seed, thy seed”. Dia tangkap perkataan Tuhan ini. Perkataan Tuhan berbeda dengan perkataan manusia. Perkataan Tuhan itu seperti bom yang ketika dilempar, bom itu akan pecah di udara dan kemudian menyebar. Apabila seseorang hanya belajar dari manusia saja, maka orang itu akan seperti apa yang orang itu katakan. Kalau seseorang belajar dari Firman, orang itu akan menerima lebih banyak ide ajaib, menangkap dengan tepat apa yang Tuhan mau sampaikan, dsb. Ishak mendengar kata “benih”, pengertiannya terbuka, kemudian Ishak mengambil langkah untuk menabur benih. Ishak berkata, “Ayahku tidak pernah menabur benih, tapi aku mau memegang perkataan Tuhan”.
  • Dikatakan bahwa Ishak kemudian menuai 100 kali lipat ganda. Di zaman itu, 100 kali lipat ganda adalah prestasi tuaian yang hampir mustahil. Banyak orang yang mentok di 60 kali lipat ganda. Ishak mendapatkan semuanya di tahun yang sama. Saya mau nyatakan bahwa 6 bulan ke depan adalah 6 bulan keajaiban luar biasa.
Saya menonton sebuah film seri Robin Hood yang dibuat BBC Inggris. Di dalam film ini ada cerita yang menarik. Robin Hood punya musuh yang bernama Sherif of Nottingham. Di zaman perang salib, perkataan Paus adalah seperti perkataan Tuhan. Apabila Pau berkata “terkutuk”, maka terkutuklah orang tersebut. Suatu hari Sheriff memaksa supaya Robin Hood dianggap sesat. Pada saat itu, kalau gereja menuding seseorang sesat, maka tidak ada lagi yang bisa melindungi orang tersebut, biasanya orang yang bersangkutan akan dibakar hidup-hidup. Pada saat itu, Uskupnya dipaksa untuk menyatakan sesat bahkan orang yang menolong Robin Hood pun akan ikut dikutuk ke neraka juga. Saat pernyataan “sesat” keluar, pastilah orang itu mati. Pada zaman sekarang, makna kata “sesat” sudah sangat susut sekali. Bahkan ada beberapa kalangan yang menyatakan segala sesuatu dianggap sesat oleh pendetanya.
Pada saat itu Robin Hood merasa panik. Singkat cerita, mereka semua mengetahui bahwa Uskupnya melanggar perintah Paus. Alkitab hanya boleh berbahasa latin dan tidak boleh diterjemahkan. Uskup ini menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Pada saat itu, Robin Hood melihat 1 lembar terjemahan tersebut, dia membaca, “Sekalipun engkau diserahkan untuk dibakar, tetapi tanpa kasih, semuanya sia-sia”. Robin berkata, ini berkat buat kami, dia kemudian menangis. Uskup ini kemudian dikucilkan ke Perancis.
Di akhir cerita, Uskup ini ternyata menerjemahkan Alkitab lagi sambil mengeluarkan air mata. Dia menulis, “Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi” sambil menangis. Satu kata dapat mengubah banyak hal. Saya berkata, “Alkitab kita ini terlalu bersih di tangan kita”. Semua oleh karena ketaatan. Tuhan tidak memberikan jalan ke Surga saja, kalau kita berpikiran Tuhan hanya memberikan jalan ke Surga saha, Anda salah besar. Saya mau nyatakan, “Tidak ada waktu yang Dia izinkan sia-sia di dalam kehidupan kita. Rhemanya banyak, biarlah itu semua masuk ke dalam hati kita”.

Pahad Yitzak
Kejadian 31:42, “Seandainya Allah ayahku, Allah Abraham dan Yang Disegani oleh Ishak tidak menyertai aku, tentulah engkau sekarang membiarkan aku pergi dengan tangan hampa; tetapi kesengsaraanku dan jerih payahku telah diperhatikan Allah dan Ia telah menjatuhkan putusan tadi malam.
Kejadian 31:53, “Allah Abraham dan Allah Nahor, Allah ayah mereka, kiranya menjadi hakim antara kita." Lalu Yakub bersumpah demi Yang Disegani oleh Ishak, ayahnya.

  • "Yang disegani Ishak” dalam bahasa aslinya adalah “Pahad Yitzak”. Kata ini memiliki arti “Tuhan yang kepadanya Ishak gentar dan takut”. Karena Ishak gentar dan takut pada Tuhan, Tuhan yang Ishak gentari dan takuti itu juga berada bersama dengan Ishak, sehingga semua orang merasa takut dan gentar pada Ishak, karena Tuhannya Ishak suka mengintervensi tanpa Anda ketahui.
Dalam Kejadian 31:29, Laban berkata kepada Yakub, “Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu, tetapi Allah ayahmu telah berfirman kepadaku tadi malam: Jagalah baik-baik, jangan engkau mengatai Yakub dengan sepatah katapun.
  • Pada ayat ini kita melihat bagaimana Tuhan mengintervensi dan mengancam Laban.
Tunduklah pada Tuhan dan lawanlah iblis, maka dia akan lari daripadamu. Tuhan akan ada di samping kita dan kita akan menerima penghormatan dari manusia. Kita akan menerima pengangungan. Orang yang menerima “Favor of God”, dia akan juga menerima “Favor of Man”. Yakub tidak tahu ketika Tuhan mengancam Laban. Tuhan yang sama membuat Laban ketakutan dan gemetar.

Closing
Beberapa hari yang lalu, kami terkena macet di jalan, perjalanan pulang dari Holy Stadium ke rumah memakan waktu hingga 1 ½ jam. Pada saat itu, karena macet, saya berkata, “Mari kita belok ke kampung ini”. Pada hari itu, saya masuk ke sebuah kampung yang belum pernah saya masuki. Memang ujungnya tetap gagal, karena pada saat keluar dari kampung itu tetap macet lagi. Pada saat itu, saya masuk ke dalam sebuah kampung yang bersih, jalanannya sudah diaspal, dan tempat itu rapi. Saya juga sempat membaca sebuah tulisan di gerbang, biasanya kita menemukan tulisan “5km/jam” atau “Awas hati-hati”, dsb. Namun ada yang unik dari kampung ini. Saya membaca tulisan, “Anda sopan, kami segan”. Saya teringat akan sebuah firman yang berkata, “Apa yang ingin orang perbuat pada kita, perbuatlah itu”.
Abraham diminta Tuhan untuk menjalani negeri sedangkan Ishak diberkati benihnya. Yesus adalah mawar sharon yang paling harum dalam  kehidupan kita. Mari kita sanjung, hormati, dan sembah Dia.

Abraham – Mengepul ke Atas dan Berbual-Bual ke Bawah

Pdt. Petrus Agung
30 September 2012
@ JKI Injil Kerajaan, Holy Stadium, Semarang

Introduction
Selama satu minggu ini, ada hal yang masih terngiang di telinga dan hati saya. Ps. Benny Hinn mengajarkan bahwa ada 7 orang yang mengalami “Transfer of Wealth”, diantaranya sebagai berikut.
  • Abraham mendapatkan kekayaan dari Firaun.
  • Ishak mendapat kekayaan di Gerar.
  • Yakub mendapat kekayaan dari Laban (Mesopotamia).
  • Yusuf mendapat kekayaan dari Firaun.
  • Israel mendapat kekayaan ketika keluar dari Mesir. Di tengah duka, orang Mesir memberikan segala harta dengan rela hati.
  • Salomo mendapatkan kekayaan dari seluruh dunia, ditambah dengan harta yang dibawa Ratu Syeba.
  • Kita.
Tuhan berkata, “Ajari bagaimana mereka bisa mendapatkan kekayaan tersebut.” Semuanya dapat terjadi karena favor dan kemurahan Tuhan. Favor dibagi menjadi dua, yaitu Favor of God dan Favor of Man. Pertanyaannya saya dalam seminggu ini adalah, “Apa yang sebenarnya mereka miliki sehingga favor Tuhan berikan secara luar biasa?” Jelas sekali pasti  ada sesuatu yang memikat hati Tuhan. Sore kemaren Tuhan mulai membuka penjelasannya satu demi satu.

Abraham – Mengepul ke Atas dan Berbual-Bual ke Bawah
Kejadian 12:16-20, “Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta. Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu. Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu? Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!" Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.
  • Pada saat itu, Kanaan mengalami kelaparan hebat, sehingga Abraham harus mengungsi ke Mesir. Karena istri Abraham cantik, maka Abraham membuat kesepakatan dengan istrinya, “Kalau nanti ditanya, kita jawab bahwa kita ini saudara ya, supaya orang tidak membunuh saya. Dengan demikian, orang Mesir tidak akan tahu bahwa kita adalah suami istri.” Pada saat itu, Firaun suka dengan wanita-wanita cantik dan ingin mengambil istri Abraham.
  • Pada ayat 16 dikatakan bahwa Abraham menerima 2 tipe manusia (laki-laki dan perempuan) dan 5 macam hewan ternak. Pemberian Firaun tidak mungkin hanya satu pasang saja. Angkanya bisa mencapai ribuan pasang supaya Abraham tidak bisa ngomong apa-apa lagi dan menyerahkan saudaranya menjadi istri Firaun. Oleh karena itu, tidak heran apabila ada pepatah “Cinta itu berat diongkos”, semua orang rela berhutang supaya bisa membuat suatu kesan kepada pasangannya. Dengan kata lain, Abraham disogok Firaun dengan harta yang banyak.
  • Ini adalah cerita pertama tentang pemindahan kekayaan dari orang kafir kepada anak-anak Tuhan. Firaun tidak pernah meminta balik pemberiannya, gengsi, harga diri Firaun bisa hancur. Oleh karena itu, segala harta yang telah diberikan Firaun ikut pergi bersama dengan Abraham. Istri Abraham tidak jadi hilang, malah harta bertambah berlimpah-limpah.
  • Saya terus bertanya pada Tuhan, “Apa sih yang buat Engkau bisa begitu rupa memberkati orang ini? Di mana rahasianya?” Prinsipnya, kalau kita tidak mengerti jalannya, maka akan sangat sedikit manfaat yang akan kita dapat. Saat itu, Tuhan menunjukkan suatu peristiwa sebelum Abraham pergi ke Mesir.
Kejadian 12:7-9, “Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN. Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.
  • Dalam waktu dan kondisi yang singkat, Abraham membangun dua mezbah. Rahasia berkat ajaib yang diterima Abraham adalah mezbah. Orang kristen yang tahu membangun dan menyalakan mezbahnya, dia adalah orang yang akan menikmati blessing yang ajaib. Saya meminta ayat dan clue kepada Tuhan, supaya orang yang mendengar menjadi percaya dan amin. Saya selalu hidup dari rhema Tuhan. Ketika kemaren saya merenung, Roh Tuhan mengingatkan saya sebuah lagu, “Lebih baik satu hari di pelataran daripada 1.000 hari di tempat yang lain.” Di Bait Tuhan, mezbah terletak di wilayah pelataran.
Mazmur 84:1-11, “Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur bani Korah. Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion. Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi! Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
  • Ketika lagu ini terngiang, Roh Kudus berkata, “Pelajari ayat itu.” Saya meminta tim untuk mengecek kata “baik” yang terdapat di ayat ini. Kata baik dalam ayat ini memiliki banyak arti, diantaranya: excellent (yang luar biasa), prosper (berkelimpahan), welfare (sejahtera), benefit (keuntungan), favor (kemurahan), precious (berharga). Dengan kata lain dapat diartikan bahwa “Apabila kita berada di pelataran Tuhan, dimana mezbah tersebut berada, maka satu hari di sana akan lebih excellent, prosper, welfare, benefit, favor, dan precious, dibanding 1.000 hari di tempat lain (kurang lebih sekitar 3 tahun). Kalau anak Tuhan mengerti cara membangun mezbah, maka yang orang lain kerjakan selama 3 tahun, kita hanya perlu 1 hari untuk mengerjakannya. Orang yang kerja selama 3 tahun mendapatkan hasil sebanyak 10, sedangkan kita, bekerja 1 hari saja kita juga mendapatkan 10. Ini akan ajaib sekali.
  • Indonesia memiliki persentase terbesar di dunia, dimana orang dapat tiba-tiba mendadak kaya. Semua gampang bagi Tuhan. Secara pertumbuhan ekonomi, kita masih nomor dua setelah China. Bersyukur dengan pasar domestik yang tetap membuat Indonesia kaya. Hidup di Indonesia cukup untuk naik ke atas.

Mezbah
Mezbah adalah batu yang ditumpuk, yang gunanya untuk menyimpan korban bakaran. Selama korban ada di atas mezbah, maka api akan terus menyala, dan asapnya akan terus membubung naik. Pertanyaannya, apa korbannya? Korbannya adalah kedagingan kita, semua hawa nafsu, kebencian, sakit hati, ketamakan, cinta uang, dan semua yang Tuhan tidak suka ada di dalam kehidupan kita. Mintalah agar semuanya itu dipotong dan ditaruh di atas mezbah.
Kalau saudara mengaku bahwa diri saudara adalah pendoa, tetapi pada kenyataannya saudara tetap sakit hati, itu artinya saudara tidak mempunyai mezbah. Orang yang mempunyai mezbah memiliki keberanian untuk menyangkal dagingnya, walau hal-hal tersebut kita sukai. Tabiat, kelemahan, naluri dosa, dan kecenderungan jahat kita harus kita sangkali. Sangkali kedagingan kita dan datanglah pada Tuhan. Dengan demikian muncullah percepatan luar biasa daripada Tuhan. Apabila kita dianiaya, dikatai, dijelek-jelekan, daripada kita marah, lebih baik kita diam dan berkata, “Aku taruh seluruhnya di atas mezbah-Mu Tuhan. Aku berkati semua orang yang menganiaya dan menyiksa batinku dam aku tidak akan pernah membalas”. Dengan demikian, semua akan berubah dan kita akan lihat siapa yang akan menjadi kepala dan siapa yang akan menjadi ekor.

Ada juga orang-orang yang gagal mezbahnya. Ini masalah. Pada awalnya saya tidak percaya. Orang yang gagal mezbahnya, yang muncul bukanlah api Tuhan, tetapi api asing.

Kejadian 4:3-5, “Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
  • Dikatakan dalam Firman Tuhan di atas bahwa muka Kain menjadi muram. Orang yang mezbahnya gagal akan menjadi labil jiwanya. Mezbah Habel memiliki asap putih yang naik hingga ke surga sedangkan mezbah Kain asapnya hitam, yang bahkan asapnya mengasapi Kain, asapnya tidak naik. Mezbah Kain ini gagal. Daging harus ditaruh di atas mezbah. Pada zaman sekarang daging itu adalah kedagingan kita. Taruh hidup kita di atas mezbah, maka kita tidak akan gagal. Kalau kita tidak berani, mezbah kita akan gagal, dan jiwa kita akan terus labil. Ketika Kain gagal, dia berubah menjadi seorang yang pemarah, mukanya muram, hatinya panas, api asing yang terus membakar dia.

Kejadian 4:6-7, “Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
  • Tuhan berkata kalau ada yang baik, kita harus berseri. Tuhan berbicara dengan jelas bahwa dosa sudah mengintip, tetapi Kain tidak menjawab. Bulan lalu gereja kita gempar, karena ada anjing Pitbul yang menggigit orang. Pada awalnya orang berkata, “Keren pa anjingnya”. Sebenarnya saya tidak begitu suka untuk memelihara anjing. Anjing Pitbul dilarang untuk dipelihara di Amerika. Diberilah anjing ini nama “Pedro”. Setelah beberapa hari, di suatu malam, anjing Pedro ini menggigit pemiliknya yang baru pulang. Pemiliknya marah dan berteriak, kemudian secara otomatis kuping anjing ini malah menutup, dan tidak bisa mendengar. Banyak orang kristen pitbul di dunia ini, diomongi tidak mempan. Sebegitu tidak setianya, bahkan majikan yang mencintainya pun tetap digigit. Banyak orang berkata, “Pa, anjing kan hebat penciumannya”. Tuh buktinya Pedro menggigit pemiliknya. Bangsa yang model begini gawat saudara. Ketika Tuhan berbicara dengan Kain, Kain tidak menjawab, malah dia menutup telinganya. Bukannya menyahut Tuhan, Kain malah mengajak bicara adiknya dan membunuh dia. Kejadian 4:8, “Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
  • Ada hamba Tuhan yang sudah menjadi duda. Pada saat istrinya hidup, dia selalu membahagiakan suaminya. Pada saat istrinya meninggal, sang suami menjadi makin kurus. Tetapi ada juga yang suaminya malah tambah segar. Saya berdoa semoga kita menjadi penyegar sesama kita.
  • Lewat kekristenan, kepribadian kita yang buruk akan semakin dikikis.

Kejadian 4:16, “Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
  • Akibat perbuatannya tersebut, Kain pergi dari hadapan Tuhan. Orang yang gagal mezbahnya akan menjauh dari hadapan Tuhan, dia akan kerja setengah mati untuk bertahan hidup.
  • Orang yang membangun mezbah, sekalipun kehidupannya pahit, tetapi anugerah Tuhan akan dinyatakan sangat ajaib di dalam kehidupan mereka.
  • Kalau ada orang kristen yang berbicara bahwa dirinya sangat rohani, tetapi dalam kenyataannya dia hidup seperti preman, itu adalah salah satu contoh daripada kristen Pitbul.

Sumur
Kejadian 26:15,18, “Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah. Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya.
  • Selain mezbah, Abraham juga memiliki banyak sumur. Kenapa harus Mezbah dan Sumur? Karena ini membuktikan bahwa Abraham adalah orang yang bisa mengelola semua yang sudah Tuhan berikan dalam hidupnya. Abraham diberi 5 jenis ternak dari Firaun dan jumlahnya sangat banyak. Abraham juga menerima budak laki-laki dan perempuan. Semua yang diterima Abraham adalah makhluk hidup. Abraham tidak menerima emas dan permata. Abraham menerima makhluk hidup dan makhluk hidup perlu air. Pada zaman itu Abraham bersifat nomaden, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Oleh karena itu, Abraham menggali banyak sekali sumur, dan dia beri nama satu per satu, karena semuanya memiliki pengalaman rohani.
  • Jadilah orang yang bisa mengelola dan dipercayai. Orang yang dipercaya tetapi tidak bisa mengelola, maka segala sesuatu yang dipercayakannya itu akan menjadi beban. Dari sisi Tuhan, Tuhan berkata, “Bagaimana Aku dapat memberkati engkau?” Dari sisi kita, kita harus berkata, “Aku akan kerja dengan sungguh dan mengelola dengan baik, karena semua akan di-supply Tuhan dengan luar biasa”.
  • Kesukaan Tuhan adalah melihat segala sesuatu yang Dia percayakan berbuah dan berkembang dengan ajaib.

Closing
Pada saat kami pergi ke Inggris, kami mengalami banyak tantangan. Banyak dari anggota tim kami yang ditolak, visa tidak keluar, dsb. Bahkan banyak juga yang keuangannya solid pun ditolak. Ada yang anaknya ditolak, tetapi orang tuanya mendapatkan visa. Kami berangkat ke sana saudara. Pada awalnya, di Manchaster kita mau membuat malam Indonesia, pada awalnya izin dari pemerintah sudah keluar, namun acara ini dibatalkan oleh pemerintah, diakibatkan kondisi panas, dimana orang Amerika ada yang mengolok-olok nabi lewat video. Itu orang gila yang membuat film gila, dia tidak memikirkan efek yang mengerikan yang akan berdampak pada semua orang. Saya mau berkata, kita tidak perlu menghina siapapun. Kita tidak diajari untuk merendahkan siapapun, tetapi kita terus belajar untuk merendahkan hati. Tuhan melihat sikap hati kita.
Di sana kita diberkati di gereja-gereja lokal dan kita mendoakan mereka. Anak-anak dipaksa berbicara bahasa Inggris. Bahkan ada yang melakukan altar call. Di hari minggu kemaren, kita kotbah di 5 gereja yang berbeda. Saya berkotbah di gereja gabungan, ada orang Arab, Inggris, Indonesia, dsb. Ini adalah kumpulan hamba-hamba Tuhan di daerah Arab. Kami layani dan doakan mereka. Kita juga sempat melihat Stadion Manchaster. Kita makan dan kemudian menuju Wales.
Di Wales pada awal abad 20, pernah terjadi revival besar. Di jalan-jalan orang menangis dan bertobat, penjara kosong, karena banyak orang yang mengaku ke polisi minta di penjara, penjara tidak muat, dan semua orang tersebut dibawa ke gereja. Di sana, kami kotbah di gereja kecil. Pada keesokan harinya, kami pergi ke gereja pertama dimana revival pada era Evan Roberts terjadi. Tempat ini bernama Moriah Chapel. Terdapat 2 gedung di tempat ini, ada yang kecil untuk sekolah minggu dan yang besar. Kami pergi ke yang kecil, di sana hadirat-Nya luar biasa, pengurapannya masih ada dan tertinggal di sana. Kami berdoa di sana dan kami beralih ke gedung yang besar. Di sana Pa Yusak menangis dan beliau berkata, “Aku diberitahu Tuhan, ini adalah perpaduan antara hujan awal dan hujan akhir. Hujan awal di Wales dan hujan akhir di Indonesia. Kita datang ke tempat ini untuk menggabungkan hujan awal dan akhir. Indonesia akan dilawat Tuhan secara luar biasa”. Pada saat itu juga, Tuhan bicara pada saya, “Ambil persembahan dan berikan berkat jasmani bagi mereka”.
Dari Wales kita pergi ke London. Di sana ada kota “City of London” seperti Vatikan, negara di dalam negara yang betul-betul berdaulat. Ratu Inggris pun harus membungkuk, memberi hormat, dan meminta izin untuk masuk ke negara ini. Ini adalah markas orang-orang Yahudi yang menguasai perbankan Inggris dan dunia. London adalah pusat keuangan terbesar di dunia. Di dalam negara ini terdapat 12 orang dewan yang disebut “The Crown”. Kurang beberapa hari, anak Bu Iin mendapat pesan dari Tuhan, “Buat cincin dan beri simbol mahkota, tulis di sana The Power of Agreement untuk semua anak”.
Waktu di Wales, kami kumpulkan berkat seperti yang Tuhan suruh, dan jumlahnya luar biasa besar, saya percaya tidak ada yang berani menabur sebesar itu. Waktu diserahkan ke ibu-ibu tua, seorang Yahudi yang telah percaya kepada Yesus, yang juga adalah penatua gereja, beliau malah balik memberkati kita. Kita diberi kue pukis, bahkan piringnya pun dipersilakan untuk dibawa juga. Tuhan berkata, “Orang Yahudi ini akan mewakili semua orang Yahudi”.
Kemudian kami makan siang dan kami melakukan peperangan rohani di Cardiff, yang merupakan daerah naga merah dengan wajah yang mengerikan. Dua orang tour guide indonesia, yang seorang adalah Katolik dan yang satunya Kristen, berkata bahwa mereka tidak pernah ikut Bahtera. Mereka hanya mengikuti kita. Yang Katolik berkata bahwa dia melihat awan yang berbentuk naga yang bentuknya persis dengan patung yang ada di sana. Pada saat itu setan mencoba untuk menyatakan dirinya. Tour guide ini malah berkata, “Lain kali, kalau ada kunjungan ke negara-negara lain, ajak kami, tidak perlu dibayar, soalnya perjalanan ini beda dari yang lain”. Setelah peperangan, kami meneukan 6 pelangi di sana.
Hari berikutnya saat kita masuk ke kota London, pada hari itu juga bertepatan dengan hari raya Yom Kippur, dimana  imam besar memasuki ruang Maha Kudus untuk memercikan darah. Kami berkata, “Tuhan, hari ini kami lakukan sesuatu yang sah, karena darah yang dimateraikan”. Kami berkata, “Terlalu banyak yang kebetulan dan yang mengagumkan yang Tuhan buat”. Sebagai tambahan, sebelum berangkat ke Inggris, bu Nany berkata, “Selesaikan pekerjaan-Ku di Inggris, maka kalian menikmati semuanya di Indonesia”. Amin.